Kata “transgender” lagi ngetrend saat ini (setidaknya pernah ngetrend sebelum ini). Seseorang yang secara biologis mempunyai 2 kelamin. Itu kurang lebih maknanya (kalau salah tolong dikoreksi). Bisa gak sih? Bisa aja! Allah Maha Kuasa kok! Dan ternyata kejadian ini bukan barang baru. Sejarah pernah mencatat adanya seorang perempuan yang akhirnya menjadi seorang laki-laki secara alami. Bagaimana bisa? Baca yang satu ini!
Ibnu Katsir, adalah nama yang tidak asing lagi bagi umat Islam terutama bagi mereka yang mempelajari tafsir Al Qur’an. Beliau mempunyai sebuah kitab tafsir yang berjudul Tafsir Al Qur’anul Adzhim, yang lebih populer dengan sebutan Tafsir Ibnu Katsir. Selain sebagai seorang ahli tafsir, beliau ternyata adalah seorang sejarawan terkemuka umat Islam. Beliau mempunyai kitab Al Bidayah dan An Nihayah yang berisikan sejarah dari awal penciptaan dunia hingga hari akhir nanti. Di dalam kitab ini beliau menyebutkan banyak kejadian penting yang terjadi di muka bumi. Begitu juga beliau menceritakan kejadian-kejadian aneh (setidaknya menurut mereka ketika itu) yang pernah terjadi. Salah satu kejadian aneh tapi nyata yang beliau tulis adalah kisah seorang perempuan yang setelah dewasa berubah menjadi laki-laki. Beliau bertemu langsung dengan orang tersebut dan mewewancarainya. Kita biarkan Ibnu Katsir rahimahullah, menceritakan pertemuannya dengan orang ini pada tahun 754 H (kira-kira 1400-an masehi) :
“Ketika aku pergi untuk mengucapkan selamat kepada Nashirudaulah bin Aqwas ketika diangkat menjadi wakil Ba’labak, aku dapatkan di sana seorang pemuda. Kemudian orang-orang yang hadir memberitahukanku bahwasanya pemuda ini dahulunya adalah seorang perempuan yang kemudian muncul dzakar padanya. Kejadian ini sangat masyhur di negeri Thoroblus dan menyebar di kalangan manusia di Damaskus dan selainnya. Menjadi pembicaraan manusia. Ketika aku melihatnya -memakai pakaian Turki_, aku panggil dia dan aku wewancarai dia dengan dihadiri oleh orang-orang yang hadir.
Aku bertanya: “Bagaimana kisahmu?”
Maka dia tersipu-sipu malu seperti halnya perempuan.
Dia berkata, “Aku dahulu adalah seorang perempuan selama lima belas tahun. Aku pernah dinikahkan dengan tiga orang, dan mereka tidak “kuasa” atasku. Mereka semua menceraikanku. Kemudian terjadi hal yang aneh pada diriku. Payudaraku mengecil dan menyusut. Rasa kantuk menyerangku siang dan malam. Kemudian keluar dari bagian vital, “sesuatu” sedikit demi sedikit dan bertambah hingga kelihatan menonjol seperti dzakar dan testis.”
Aku bertanya, “Besar atau kecil?”
Dia merasa malu, kemudian dia menyebutkan ukurannya kecil sekitar satu jari.
Aku bertanya, “Apakah engkau mengalami ihtilam (mimpi basah)?”
Dia menjawab, “Aku mengalaminya dua kali semenjak kejadian tersebut.”
Kejadian itu sudah berlangsung sekitar enam bulan yang lalu sampai dia mengkhabariku. Dia menyebutkan bahwasanya dia mahir melakukan perkejaan wanita seperti memintal, membordir, menghias, dan lainnya.
Aku bertanya, “Siapa namamu ketika engkau bersifat wanita?”
Dia menjawab, “Nafisah”
“Dan sekarang?”
“Abdullah”
Dia menyebutkan ketika terjadi hal tersebut, ia sembunyikan dari keluarganya bahkan dari bapaknya. Kemudian keluarganya berniat untuk menikahkannya dengan pria keempat. Maka dia berkata kepada ibunya, “Sesungguhnya telah terjadi demikian dan demikian.”
Ketika keluarganya sudah mengetahui hal tersebut mereka mengkhabarkan kepada wakil sultan di sana. Maka dia membuat laporannya dan kasusnyapun ramai. Kemudian dia datang ke hadapan wakil sultan di Damaskus. Dia bertanya tentang perkaranya, maka diapun mengkhabarkannya sebagaimana dia mengkhabarkannya kepadaku. Kemudian dia ditarik oleh protokoler kesultanan Kahlan bin Aqwas dan mengenakan padanya pakaian tentara. Dia seorang pemuda elok yang wajahnya, sifatnya, cara berjalannya, dan cara berbicaranya keperempuanan.
Sungguh Maha Suci Dzat yang melakukan apa saja yang Dia kehendaki. Perkara ini tidak terjadi di alam ini kecuali jarang sekali. Dan menurutku, dulu dzakarnya tertutup bibir kemaluannya kemudian akhirnya terbuka. Kemudian ketika dia sudah memasuki usia baligh muncul sedikit demi sedikit. Sampai kemudian ketika muncul dengan sempurna, jelaslah bahwa dia sebenarnya dari dulu adalah seorang pria. Dia mengatakan kepadaku bahwasanya dzakarnya muncul dalam keadaan terkhitan. Yang demikian dinamakan khitanulqomar (disunat bulan ?) dan kalau yang ini sering terjadi. Wallahu a’lam.”
(Al Bidayah An Nihayah 14/285-286)
